PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA ALQUR’AN SURAT AN NISA : 59 DAN AN NAHL :64 MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS VII.1 SEMESTER 1 DI SMP MUHAMMADIYAH 3 NGADIREJO KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN PELAJARAN 2021/2022 ( SITI NURIL FITRIYATI,S.Pd.I )

 


PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA  ALQUR’AN SURAT AN NISA : 59 DAN AN NAHL :64 MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS VII.1 SEMESTER 1 DI SMP MUHAMMADIYAH 3 NGADIREJO KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN PELAJARAN 2021/2022 

SITI NURIL  FITRIYATI,S.Pd.I 
( Guru PAI dan Budi Pekerti SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo Kab.Temanggung )


ABSTRAK

Siti Nuril Fitriyati. "Peningkatan Kemampuan Membaca Alqur’an Surah  An Nisa : 59 dan an Nahl 64 Melalui  Model Problem Based Learning pada  Siswa kelas VII.1 Semester 1 di SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo  Kab. Temanggung Tahun Pelajaran 2023/2024" 

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Problem Based Learning dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan  kemampuan membaca Al Qur’an  mata pelajaran PAI dan BP materi Membaca Alqur’an Surah An Nisa : 59 dan an Nahl 64.

Metode penelitian yang digunakan dalam  penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 

yang dilakukan di SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo Kab.Temanggung dengan subyek penelitian sebanyak 20 siswa. Penelitian dilakukan dengan kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pencapaian kemampuan membaca Al Qur’an  pada mata pelajaran PAI dan BP dengan menggunakan model PBL secara klasikal yang tuntas, . Kemampuan  membaca Al Qur’an siswa kelas VI.1 semester I pada mata pelajaran PAI BP materi Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64   di SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo Temanggung pada tindakan siklus I telah mencapai nilai yang baik, dimana 4 siswa (20%) dengan kriteria sangat lancar ( 85-100 ), 7 siswa (35%) dengan kriteria lancar ( 70-84,9), 4 siswa dengan kriteria sedang (60,0 – 69,9), 3 siswa (15%) dengan kriteria kurang lancar (40,0 – 59,9), 2 siswa (10%) dengan kriteria tidak lamcar (0 – 39,9). Melalui pembenahan pembelajaran dengan metode PBL yang dilakukan pada tindakan siklus II, Membaca Al Qur’an  siswa pada mata pelajaran PAI  BP materi Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dibanding yang terjadi pada siklus I dengan kemampuan Membaca Al Qur’an  siswa sebelum diterapkan metode PBL. Kemampuan Membaca Al Qur’an  Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64  siswa pada mata pelajaran PAI BP  materi Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64  pada tindakan siklus I mengalami kenaikan rata-rata kelas sebesar 2,6 (3,63%. Sementara itu, pada tindakan siklus II kemampuan membaca Al Qur’an siswa pada mata pelajaran PAI materi Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64  mengalami kenaikan rata-rata kelas sebesar sebesar 4,74 (6,2%).

A. PENDAHULUAN

Perkembangan jaman yang semakin modern terutama pada era globalisasi seperti sekarang ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia melalui kegiatan pengajaran. Dalam undang-undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 dinyatakan bahwa:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara

aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

 

Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional Indonesia yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 yaitu:

Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

Agar tujuan pendidikan tersebut dapat terwujud, maka dalam pelaksanaan pendidikan di lapangan di perlukan seorang guru yang mampu dalam memberikan layanan pembelajaran bagi peserta didik. Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan motivasi, minat, dan disiplin siswa dalam belajar.

terutama dalam meraih prestasi belajar secara optimal.

Dalam melaksanakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dibidang Alqur’an, guru menghadapi berbagai kendala dalam membantu kemampuan membaca Alqur’an siswanya, sebagaimana yang terjadi pada siswa kelas VII.1 SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo Kabupaten Temanggung selama ini penulis rasakan bahwa kemampuan membaca Alquran pada siswa masih jauh dari yang diharapkan. Penyebab dari ketidakmampuan membaca Alqur’an pada siswa ini tentunya bukan saja dari faktor siswa, tetapi barangkali disebabkan jugadari faktor guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, sehingga hasilnya belum optimal. Permasalahannya adalah apakah selama ini guru sudah menggunakan metode atau strategi yang tepat dalam mengajar? Apakah dalam mengajar guru sudah melibatkan siswa? Apakah guru memberikan motivasi kepada siswa dalam membaca Alqur’an?

Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pengajaran akan menjadi kendala dalam pencapaian tujuan yang telah dirumuskan. Berangkat dari konsepsi dalam kegiatan belajar mengajar ternyata tidak semua peserta didik memiliki daya serap yang optimal, maka perlu strategi belajar mengajar yang tepat.

Untuk mengetahui seberapa besar penerapan metode Problem Based Learning ini dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Peningkatan Kemampuan Membaca Al Qur’an Surah An Nisa :59 dan An Nahl : 64 Melalui Metode Problem Based Learning pada Siswa kelas VII.1 Semester 1 di SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo Kabupaten Temanggung Tahun Pelajaran 2023/2024”

B. LANDASAN TEORI

1.      Definisi Kemampuan Membaca  Alquran

Kemampuan bisa diartikan dengan kesanggupan, kecakapan, kekuatan berusaha dengan diri sendiri. Kemampuan dalam hal ini berkenaan dengan kemampuan bertindak setelah siswa menerima pengalaman belajar tertentu, adapun yang dimaksud peneliti yaitu kemampuan Baca Tulis Alquran.

Kata iqra’ yang secara gramatikal bermakna “bacalah‟. Kata iqra’ terambil dari kata qaraa yang selain berarti membaca, juga makna menelaah, mendalami dalam hal pengucapan (tartil). Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Sebagai proses visual membaca merupakan proses menerjemahkan simbol tulis (huruf) ke dalam kata-kata lisan (Farida Rahim,2007 ).  Adapun perintah pertama yang diterima Rasul Muhammad saw adalah untuk membaca Alquran, terdapat dalam Surah Al-Alaq ayat 1.

Ahmad Nasir Budiman menjelaskan cara membaca Alquran yang baik tersebut (tilawah) akan dapat dicapai dengan memahami tajwid. Kata tajwid berasal dari kata bahasa arab jawwada, yang artinya memperbaiki, atau membuat jadi baik.

Adapun arti penting tajwid, karena tajwid merupakan pengetahuan dasar dari qira’ah, maka arti penting pengetahuan tersebut amat jelas. Salah satu keutamaan pengetahuan tajwid yang sebenarnya tidak terlalu sukar dipelajari, dan telah banyak buku yang menulis tentang hal tersebut akan menuntun ke arah membaca Alquran yang benar. Pada dasarnya ilmu tajwid mempunyai dua cabang utama yaitu:

1.        Cara mengucap yang benar, khususnya berkaitan dengan tata letak huruf diberbagai posisi (makhraj).

2.        Panjang pendek bacaan, dan juga tentang huruf hidup yang ada diberbagai Keadaan (Ahmad Nasir Budiman, 1988, 201-203).

Dalam membaca Alqur’an memang harus dibekali dengan pengetahuan tentang ilmu-ilmu membaca Alquran sedini mungkin, karena dengan pengetahuan yang 

2. Pengertian Metode Problem Based Learning ( PBL )

Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model Pembelajaran yang dapat menolong siswa untuk meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan pada era globalisasi saat ini. Problem Based Learning dikembangkan untuk pertama kali oleh Howard Barrows sekitar tahun 1970an dalam pembelajaran ilmu medis di Mc Master University of Canada. 1 Model pembelajaran ini menyajikan suatu masalah yang nyata bagi siswa sebagai awal pembelajaran kemudian diselesaikan melalui penyelidikan dan diterapkan dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah. Beberapa definisi tentang Problem Based Learning menurut para ahli: 1. Menurut Duch (1995), PBL merupakan model pembelajaran yang menantang siswa untuk “belajar bagaimana belajar”, bekerja secara kelompok untuk mencari solusi dari permasalahan dunia nyata. Masalah ini digunakan untuk mengikat siswa pada rasa ingin tahu pada pembelajaran yang dimaksud. 2. Menurut Arends, PBL merupakan suatu pendekatan pembelajaran dimana siswa dihadapkan pada masalah autentik.

 Kelebihan dan kekurangan Metode PBL

Metode PBL mempunyai kelebihan dan kekurangannya, sebagai berikut:

                                     a.      Kelebihan Metode PBL

Model pembelajaran (Problem Based Learning) ini menurut Barrow,Min liu (2005)

1.             Siswa didorong untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah masalah dalam situasi nyata

2.             Siswa memiliki kemampuan membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar.

3.             Pembelajaran berfokus pada masalah sehingga materi yang tidak ada hubungannya tidak perlu dipelajari oleh siswa. Hai ini mengurangi beban siswa dengan menghafal atau menghimpun informasi

                                     b.      Kekurangan Metode PBL

Kekurangan Problem Based Learning (PBL) (Barrow,Min liu, 2005). Proses Belajar Mengajar dapat diterapkan untuk setiap materi pelajaran, ada bagian guru berperan aktif dalam menyajikan materi, Proses Belajar Mengajar lebih cocok untuk pembelajaran yang menuntut kemampuan tertentu yang kaitannya dengan pemecahan masalah. Dalam satu kelas yang memiliki tingkat keragaman siswa yangtinggi akan terjadi kesulitan dalam pembagian tugas

 Langkah-Langkah dalam Metode PBL

Menurut Eka Sastrawati et al., (Sari, 2018) Beberapa ciri utama yang di dalam pembelajaran berbasis masalah yaitu sebagai berikut: 1) Pembelajaran berpusat atau bermula dengan masalah. 2) Masalah yang digunakan merupakan masalah dunia sebenarnya yang mungkin akan dihadapi oleh murid di masa depan. 3) Pengetahuan yang diharapkan dicapai oleh murid semasa proses pembelajaran disusun berdasarkan masalah. 4) Para murid bertanggung jawab terhadap prosessemakin luas maka semakin benar pengucapan ketika membaca Alquran.

pembelajaran sendiri. 5) Murid akan bersifat aktif dalam proses pembelajaran berlangsung. 6) Pengetahuan yang ada akan menyokong pembangunan pengetahuan yang baru. 7) Pengetahuan akan diperoleh dalam konteks yang bermakna. 8) Murid berpeluang untuk meningkatkan serta mengorganisasikan pengetahuan.

Table 1

Langkah-langkah Model Problem Based Learning (PBL)

Fase

Perilaku Guru

Fase 1: memberikan orientasi tentang permasalahannya kepada murid.

Guru membahas tujuan pembelajaran, mendeskripsikan berbagai kebutuhan logistik penting, dan memotivasi 10 murid untuk terlibat dalam kegiatan mengatasi masalah.

Fase 2: mengorganisasikan murid untuk meneliti.

Guru membantu murid mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas-tugas belajar yang terkait dengan permasalahannya.

Fase 3: membantu investigasi mandiri dan kelompok

Guru mendorong murid untuk mendapatkan informasi yang tepat, melaksanakan eksperimen dan mencari penjelasan dan solusi.

Fase 4: mengembangkan dan mempersentasikan.

Guru membantu murid dalam merencanakan dan menyiapkan artefak-artefak yang tepat, seperti laporan, rekaman audio, dan modelmodel, dan membantu mereka untuk menyampaikannya kepada orang lain.

Fase 5: menganalisis dan mengevaluasi proses mengatasi masalah

Guru membantu murid untuk melakukan refleksi terhadap investigasinya dan proses-proses yang mereka gunakan


C. MODEL PENELITIAN 

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan berdasarkan pada permasalahan yang muncul dalam pembelajaran PAI pada materi Al Quran Dan Sunah Sebagai Pedoman Hidup tentang sub materi kemampuan membaca QS. an Nisa : 59 dan an Nahl : 64 yang kebanyakan masih belum memahami cara membaca dan pembelajaran masih menguunakan gaya ceramah. Pada pengamatan pra-siklus (tindakan), peneliti  melakukan pengamatan di kelas khususnya pada kemampuan membaca QS. an Nisa : 59 dan an Nahl : 64 pada kelas VII.1 , kemudian melakukan refleksi terhadap pembelajaran PAI yang selama ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah. Peneliti mengidentifikasi permasalahan yang ada, mendiskusikan dengan rekan guru sejawat, kelompok kerja guru dan meminta saran atas pemecahan masalah yang ada, serta membaca dan mengkaji teori ataupun metode pembelajaran yang relevan.

Berdasarkan pengamatan pra-siklus (tindakan) dan diskusi serta saran dari guru sejawat, kelompok kerja guru tentang hal tersebut. Maka langkah yang paling tepat untuk meningkatkan kemampuan membaca QS. an Nisa : 59 dan an Nahl : 64 pada kelas VII.1  yaitu dengan peningkatan dorongan mental (motivasi) dalam perilaku belajar siswa dan peran siswa dalam kegiatan belajar mengajar atau pembelajaran. Salah satu langkah tindakan yang tepat adalah peningkatan motivasi belajar siswa melalui penerapan metode PBL pada mata pelajaran PAI materi kemampuan membaca QS. an Nisa : 59 dan an Nahl : 64 pada siswa kelas VII.1 di SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo.

Penelitian tindakan kelas berasal dari bahasa Inggris classroom action reseach, yang berarti penelitian yang dilakukan pada sebuah kelas untuk mengetahui akibat tindakan kelas untuk mengetahui akibat tindakan yang diterapkan pada suatu subjek penelitian di kelas setelah pembelajaran (Paizaludin, 2018:6). Menurut Elliot penelitian tindakan adalah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan tindakan melalui proses diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan mempelajari pengaruh yang ditimbulkan (Sanjaya, 2011:24).

Variabel Penelitian

Variabel dari penelitian ini ada dua, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi variabel bebas. Metode PBL merupakan variabel bebas (variabel x). Sedangkan variabel terikat yaitu variabel yang muncul dari hasil variabel belas. Dalam hal ini peningkatan kemampuan membaca Al Qur’an merupakan variabel terikat (variabel y). Dengan adanya variabel ini dapat membantu peneliti dalam melakukan kegiatan yang terencana dengan bai

Subjek dan Objek Penelitian

Subjek penelitian atau adalah pihak-pihak yang dijadikan sebagai sampel dalam sebuah penelitian. Subjek penelitian juga membahas karakteristik subjek yang digunakan dalam penelitian, termasuk penjelasan mengenai populasi, sampel dan teknik sampling (acak/non-acak) yang digunakan. (Nanang Martono, 2010: 112). Peran subjek penelitian adalah memberikan tanggapan dan informasi terkait data yang dibutuhkan oleh peneliti, serta memberikan masukan kepada peneliti, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Yang dimaksud obyek penelitian, adalah hal yang menjadi sasaran penelitian (Kamus Bahasa Indonersia; 2006: 622). Menurut (Supranto 2000: 21) obyek penelitian adalah himpunan elemen yang dapat berupa orang, organisasi atau barang yang akan diteliti. Kemudian dipertegas (Anto Dayan 1986: 21), obyek penelitian, adalah pokok persoalan yang hendak diteliti untuk mendapatkan data secara lebih terarah. Adapun Obyek penelitianya adalah peningkatan kemampuan membaca QS an Nisa ; 59 dan an Nahl 64 siswa kelas VII.1 di SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo Temanggung yang berjumlah 20 anak.

Siklus Penelitian Tindakan

Penerapan penelitian tindakan kelas pada sekolah  yang telah cukup maju merupakan salah satu  upaya guru dalam meningkatkan kemampuan dan prestasi siswa melalui proses pembelajaran. Penelitian tindakan kelas berbeda dengan cara mengajar seperti biasanya. Penelitian tindakan kelas lazimnya terdiri dari empat tahapan yang dilalui, yaitu: (1)  perencanaan (2)  Pelaksanaan (3)  Pengamatan dan (4)  Refleksi.

Teknik Pengumpulan Data

1.      Observasi/ Pengamatan

Peneliti mengadakan pengamatan pada proses pembelajaran untuk memperoleh informasi dari kegiatan pembelajaran PAI materi Al Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman Hidup pada siswa kelas VII Semester I di SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo Kab.Temanggung Tahun Pelajaran 2021/2022. Pengamatan yang dilakukan yaitu untuk mengetahui minat dan aktivitas siswa dalam pembelajaran PAI materi Al Qur’an dan Sunnah sebagai Pedoman Hidup melalui model PBL. Observasi dimaksudkan untuk mengukur minat membaca Al Qur’an sebagai indikasi dari keberhasilan pembelajaran. Pengamatan yang peneliti lakukan meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Pengamatan ini dilakukan untuk melihat proses belajar mengajar sejauh mana perubahan terjadi dalam proses pembelajaran.

2.      Hasil Tes/Evaluasi

Tes hasil belajar berarti memeriksa hasil belajar PAI materi Al Qur’an dan Hadis sebagai pedoman Hidup oleh siswa, hasil belajar tersebut berupa kemampuan siswa. Tes juga menyangkut kemampuan siswa sebelum pengajaran dimulai atau pretes yang berfungsi mengetahui tingkah laku yang dimiliki siswa. Sedangkan post test adalah tes yang dilakukan setelah proses pembelajaran.

3.      Dokumentasi

Dokumentasi merupakan pengumpulan data dengan menggunakan data fisik berbentuk audio, visual maupun audio visual berupa foto, rekaman suara, dll. Pengumpulan data tersebut diperlukan sebagai dokumentasi yang menggambarkan upaya peneliti dalam meningkatkan kemampuan membaca QS an Nisa ; 59 dan an Nahl 64 siswa kelas VII.1 SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo.

4.      Analisis Data

Langkah selanjutnya Setelah data-data yang diperlukan terkumpul,  peneliti menganalisis data melalui tiga tahapan yaitu :

a.         Analisis Pertama

Pada analisis pertama ini yang penulis lakukan mengetahui sejauh mana pengaruh tingkat penggunaan metode PBL dalam pembelajaran PAI materi Al Qur’an dan Sunnah Sebagai Pedoman Hidup membaca,menulis dan menghafal QS an Nisa ; 59 dan an Nahl 64

b.        Analisis Kedua

Analisis kedua penulis lakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam belajar PAI Al Qur’an dan Sunnah Sebagai Pedoman Hidup ,dalam ilmu tajwid alif lam syamsiyah dan alif lam qamariyah dalam Q.S an Nisa ; 59 dan an Nahl 64

dan untuk mengetahui tingkat kemampuan rata-rata dalam menjawab soal-oal post test yang dilakukan pada setiap akhir siklus.

c.         Analisis Ketiga

Dalam analisis ketiga ini penulis bermaksud mengetahui penggunaan metode PBL dalam meningkatkan kemampuan membaca QS an Nisa ; 59 dan an Nahl 64 siswa kelas VII.1 SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo.

Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan adalah sebuah cara untuk mengetahui kinerja yang dilakukan peneliti dalam proses pembelajaran sehingga dapat dilihat hasil sesuai yang telah ditentukan.

Guru diawal pembelajaran menentukan sebuah indikator yang perlu digunakan dalam membantu peneliti dalam melaksanakan kegiatan sehingga pada akhir kegiatan akan terlihat sejauh mana tingkat kebersilan belajar siswa dalam kemampuan membaca QS an Nisa ;59 dan an Nahl 64 dengan  menggunakan model PBL.

Dalam penelitian ini siswa dikatakan mencapai kompetensi atau dianggap berhasil apabila mencapai standar Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran, klasikal 75 % dari jumlah siswa, dengan standar individu adalah ≥ 70 dari materi yang diajarkan. 

D. TINDAKAN SIKLUS I

Tindakan siklus I dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2021 dengan alokasi waktu dua jam pelajaran (2 x 40 menit) mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti materi  Al Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman Hidup (QS an Nisa ; 59 dan an Nahl 64) . Subjek penelitian siswa kelas VII.1 Semester I di SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo tahun pelajaran 2021/2022. Tindakan siklus I dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran  PBL yang meliputi empat tahapan kegiatan, yaitu (a) perencanaan tindakan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi, dan (d) refleksi tindakan. 

Setelah pelaksanaan tindakan siklus I, kemudian dilakukan refleksi untuk mengetahui pencapaian keberprestasian tindakan yang telah dilaksanakan.  Refleksi ini dilakukan secara kolaborasi antara peneliti sebagai observer dengan wali kelas VII.1 semester I. Refleksi merupakan kegiatan analisis sintesis, interpretasi dan penjelasan terhadap data atau informasi yang dikumpulkan dari penelitian tindakan yang dilaksanakan selama berlangsungnya kegiatan belajar. Data dan informasi yang menjadi bahan kajian utama dalam refleksi sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu: (1) Penerapan metode PBL dalam proses pembelajaran, dan (2) nilai tes kemampuan membaca siswa pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti materi Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64

Berdasarkan prestasi analisis data, maka prestasi penilaian pelaksanaan tindakan pada siklus I adalah: (1) Penerapan metode PBL belum dapat terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari pengamatan terhadap guru, pengamatan suasana kelas selama proses pembelajaran kurang kondusif, dan pengamatan terhadap siswa yang terlihat kurang mendukung proses pembelajaran; dan (2) Kemampuan meningkatkan kemampuan membaca QS an Nisa ; 59 dan an Nahl 64 siswa kelas VII.1 SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo tahun pelajaran 2021/2022. berdasarkan nilai tes secara umum dikualifikasikan baik, telah mencapai tuntas belajar kelas dan hanya 9 orang siswa (45 %) belum mencapai tuntas individu.

Berdasarkan pengamatan pada siklus I, maka perlu diadakan perbaikan diantaranya sebagai berikut : (1) Guru lebih meningkatkan teknik penyampaian materi pelajaran; (2) Guru lebih meningkatkan penggunaan metode pembelajaran dan meningkatkan ketrampilan dalam variasi  mengajar; (3) Guru meningkatkan pemberian bimbingan secara individu bagi siswa yang belum lancar membaca Al Qur’an ; (4) Guru lebih meningkatkan kemampuan mengelola kelas, mengaktifkan siswa, mengelola waktu dan merespon pertanyaan siswa; (5) Memberikan penguatan dan penghargaan pada siswa yang berprestasi; (6) Guru lebih meningkatkan pengaturan waktu sebelum pelajaran dimulai, mempersiapkan pokok bahasan yang diajarkan agar waktu dapat digunakan secara efektif dan efisien; (7) Guru membuat suasana pembelajaran yang lebih kondusif agar siswa berani mengemukakan pendapat, berani bertanya, serta dapat berpikir kritis. 

E. TINDAKAN SIKLUS II
             Tindakan siklus II ini dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2021dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran ( 2 x 40 menit ) mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti materi Memahami Ilmu Tajwid Alif Lam Syamsiyah dan Alif Lam Qamariyah. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII-1 semester 1 SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo tahun Pelajaran 2021/2022

Data dan informasi yang menjadi bahan kajian utama dalam refleksi sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu : (1) Penerapan metode PBL  dalam proses pembelajaran, dan (2) nilai tes kemampuan membaca siswa kelas VII semester II mata pelajaran PAI.

Berdasarkan prestasi analisis data dan sesuai dengan tujuan penelitian, maka refleksi tindakan siklus II adalah: Penerapan metode PBL dalam proses pembelajaran pada siklus II telah terlaksana dengan baik. Berdasarkan prestasi pengamatan terhadap guru, beberapa aspek yang terkait dengan penerapan metode PBL telah menunjukkan tingkat kategori baik (lebih dari 80%). Kemampuan Membaca Al Qur’an  siswa kelas VII-1 semester I pada mata pelajaran PAIBP materi Materi Membaca Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64 dan Alif Lam Syamsiyah dan Alif Lam Qamariyah pada siklus II telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan kualifikasi baik.

Sebanyak 7 orang siswa (35 %) mendapat nilai sangat baik ( nilai ≥ 85,0 ), dan 13 orang siswa (65%) mendapat nilai baik ( nilai ≥ 70,0 ). Sesuai dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan, ketuntasan belajar mata pelajaran PAIBP materi Materi Membaca Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64 dan Alif Lam Syamsiyah dan Alif Lam Qamariyah pada siklus II telah tercapai, baik tuntas belajar individu maupun tuntas belajar kelas. Pada siklus II, seluruh siswa  (100%) telah mencapai nilai di atas 70,0. Sesuai dengan indikator kinerja, kriteria kemampuan Membaca Al Qur’an siswa pada mata pelajaran PAIBB materi Materi Membaca Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64 dan Alif Lam Syamsiyah dan Alif Lam Qamariyah apabila lebih dari 80% dari jumlah siswa telah mencapai nilai rata-rata ≥70,0. Prosentase kenaikan  nilai rata-rata kelas pada siklus II adalah sebesar 17.6 % dari siklus I. Sesuai dengan indikator kemampuan psikomotor siswa yang ingin dicapai pada siklus II, yaitu mengalami kemajuan 5% - 10%  dari siklus I, maka dengan pencapaian prosentase kenaikan  nilai rata-rata kelas pada siklus II sebesar 6,2%  telah memenuhi harapan dilakukannya penelitian tindakan kelas ini. Dengan demikian, penelitian tindakan kelas ini cukup dilakukan sampai dengan siklus II.     

F. KESIMPULAN 

Berdasarkan uraian hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: Penerapan metode Problem Based Learning dapat meningkatan Kemampuan Membaca Al Qur’an Surah An Nisa :59 dan An Nahl : 64 pada Siswa kelas VII.1 Semester 1 di SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo Kabupaten Temanggung Tahun Pelajaran 2021/2022. Hal ini bisa dilihat dari hasil siklus 1 jumlah peserta didik yang mencapai KKTP 55%, dan pada siklus II 100%. Jadi penerapan  X dan meningkatkan Y.  

 DAFTAR PUSTAKA

M. Quraish Shihab, membumikan Alquran: Fungsi Dan Peran Wahyu Dalam Kehidupan Masyarakat, (Bandung: Mizan,2004).

Choiruddin Hadhiri S.P., Klasifikasi Kandungan Alquran, (Jakarta: Gema Insan Press,1996).

Muhammad Ainul, Mengenal Alquran, professorkita..blogspot.com, diakses pada tanggal 13 Desember 2018

Suedy. Mendidik Anak Membaca dan Menulis Alquran, (Jakarta : Gema Insani Press, 2011).

Farida rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007).

Kementrian Agama RI, Alquran dan Terjemahannya ( Bandung; Al-Mizan Publishing House, 2011).

Ahmad Nasir Budiman, Ilmu Al-Qur’an: Pengenalan Dasar, (Jakarta: Rajawali, 1988).

Kadar M Yusuf, Studi Alquran, (Jakarta: Amzah, 2009).

Ashim Yahya, Metode Al-Huda Tajwid Alquran Mudah dan Praktis, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2009).

Abdul Chaer, Alquran dan Ilmu Tajwid, (Jakarta: Rineka Cipta, 2013).

Ahmad Shams Madyan, Peta Pembelajaran Alquran, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008).

Eko Putro Widoyoko, Penilaian Hasil Pembelajaran di Sekolah, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2014).

Abdul Chaer, Perkenalan Awal Dengan Alquran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2014).

               Departemen Agama RI, Metode-Metode Membaca Alquran Di Sekolah Umum, (Jakarta:                         Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1998

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Jadi Guru Harus Tahu Cara Dakwah Rasulullah Saw yang Harus di Tiru” ( Siti Nuril Fitriyati,S.Pd.I )