Jadikan Ramadhanmu Bermakna
Zainal N Taufik
Ramadhan mengantarkan umat
manusia ke gerbang pahala yang lebih besar dari biasanya. Setiap keutamaan yang
terkandung di bulan Ramadan menjadikan bulan ini teramat istimewa. Allah SWT
mewajibkan hambanya berpuasa tidak hanya semata-mata untuk menahan lapar dan
haus selama 12 jam. Maka dari itu diharamkan untuk umat islam bermalas-malasan
ketika berpuasa. Menjalankan ibadah puasa harus dilakukan secara ikhlas dengan
niat untuk memperoleh ridha Allah SWT semata.
Manusia memiliki banyak cara untuk mengejar amalan di
bulan Ramadan. Selain berpuasa, terdapat amalan-amalan lain yang dapat
mendatangkan pahala bagi siapa saja yang menjalaninya. Beberapa amalan yang
dianjurkan di bulan Ramadan yakni sebagai berikut.
Qiyamul-Lail
Qiyamul-lail merupakan serangkaian ibadah malam di bulan
Ramadan yang memiliki banyak keutamaan. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah
hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim. Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan
bahwa) ia berkata: Rasulullah SAW menganjurkan qiyam (shalat) Ramadan kepada
mereka (para sahabat), tanpa perintah wajib. Beliau bersabda: “Barangsiapa
mengerjakan qiyam (shalat) Ramadan karena iman dan mengharap pahala, niscaya
diampuni dosanya yang telah lalu”.
Salah satu ibadah qiyamul-lail adalah salat tarawih.
Selain berpuasa, ciri khas bulan Ramadan lainnya adalah salat tarawih. Salat
sunnah yang hanya ada pada bulan Ramadan ini dapat mendatangkan pahala melimpah
bagi hamba yang melaksanakannya. Setelah salat tarawih kita bisa melanjutkan
dengan salat sunnah malam lainnya.
Mengakhirkan makan sahur
Sahur merupakan kegiatan makan di waktu dini hari sebelum
umat islam menjalankan ibadah puasa. Kita terbiasa melakukan sahur dari pukul
dua hingga datang waktu subuh. Namun mengakhiri makan sahur dapat mendatangkan
pahala ketika kita memilih mendahului salat subuh daripada melanjutkan makan.
Sebagaimana hadits Rasulullah SAW,
“Dari Sahl Ibnu Sa’ad r.a. (diriwayatkan bahwa) ia
berkata: Saya makan sahur di keluarga saya, kemudian saya berangkat
terburu-buru sehingga saya mendapatkan shalat subuh Bersama Rasulullah saw” [HR
al-Bukhari, dalam kitab ash-Shiyam, Bab Ta’khir as-Sahr].
Berbuka tepat pada waktunya dan berdoa ketika berbuka
Menjalankan puasa harus dilakukan sesuai aturan. Kita memang
diperintahkan untuk mengejar pahala sebanyak-banyaknya namun tentu masih dalam
tahap wajar. Maksudnya adalah apabila telah datang waktu berbuka, maka
segeralah untuk mengakhiri puasa. Menunda waktu berbuka tidak akan mendatangkan
pahala. Karena sejatinya beribadah adalah kegiatan yang tidak memberatkan
manusia.
Selain itu, jangan lupa untuk mengucapkan doa berbuka
puasa dengan tidak terburu-buru. Bersyukur atas nikmat dan karunia yang telah
Allah berikan mempermudah kita dalam menjalani kewajiban berpuasa. Rasulullah
SAW bersabda dalam sebuah hadits riwayat Muttafaq’Alaih.
“Dari Sahl bin Sa‘ad (diriwayatkan bahwa) Rasulullah saw
bersabda: Orang akan selalu baik (sehat) apabila menyegerakan berbuka.”
Perbanyak baca Al-Quran dan bersedekah
Ramadan merupakan bulan diturunkannya Al-Quran. Menurut
beberapa hadis, Rasulullah selalu membaca Al-Quran Bersama dengan Malaikat
Jibril di setiap malam Ramadan. Itulah mengapa umat islam dianjurkan untuk
rutin membaca Al-Quran. One day one Juz dapat menjadi solusi
alternatif untuk kita yang ingin mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadan.
Selain membaca Al-Quran, bersedekah juga menjadi hal yang
penting di bulan Ramadan. Di dalam harta kita ada hak orang lain yang harus
kita sisihkan dengan bersedekah. Maka dari itu sedekah harus dilakukan dengan
hati yang lapang tanpa ada maksud duniawi. di bulan Ramadan ini, sedekah dapat
berupa apa saja, seperti makanan, benda, tenaga, dan lain-lain.
“Dari Ibnu Abbas r.a. (diriwayatkan bahwa) ia
berkata: Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan, apalagi pada bulan
Ramadhan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap malam pada bulan
Ramadhan, dan mengajaknya membaca dan mempelajari al-Qur’an. Ketika ditemui
Jibril, Rasulullah adalah lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan.”
[Muttafaq ‘Alaih].
Iktikaf
Berdiam diri di masjid dengan tujuan semata-mata untuk
beribadah kepada Allah SWT dapat mendatangkan pahala yang melimpah. Iktikaf
tidak sebatas diam, namun harus diawali dengan niat beriktikaf. Adapun iktikaf
terbagi menjadi tiga jenis, yaitu iktikaf terikat waktu, iktikaf tidak terikat
waktu, dan iktikaf nazar.
Salat, berdzikir, membaca Al-Quran, dan memohon ampunan
kepada Allah SWT merupakan bagian dari ikhtikaf. Ikhtikaf sangat dianjurkan
terutama pada 10 malam terakhir Ramadan yang apabila beruntung, kita dapat
menyaksikan malam Lailatul Qadar.
Komentar
Posting Komentar