PTK
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING
UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATERI MEWUJUDKAN PRIBADI BERINTEGRITAS
DENGAN
SIKAP AMANAH DAN JUJUR
DALAM
PEMBELAJARAN PAI
SMP MUHAMMADIYAH 3 NGADIRJEO
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Jujur dan amanah adalah prinsip-prinsip yang saling terkait
dan saling memperkuat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Menerapkan
nilai-nilai ini dalam tindakan dan perilaku sehari-hari dapat membentuk
karakter yang kuat dan dihormati dalam perspektif agama dan sosial. Diantara
Manfaat Perilaku Jujur dan Amanah[1] :
Dengan menjadi jujur dan amanah,
seseorang memperoleh kepercayaan orang lain. Menerapkan prinsip-prinsip
ini akan membantu membangun reputasi yang baik. Seseorang dengan reputasi yang
baik sebagai orang jujur dan amanah akan dihormati dan diakui sebagai individu
yang dapat diandalkan dalam segala hal. Menjalankan jujur dan amanah, juga
membawa kedamaian batin dan kepuasan diri. Jujur dan amanah adalah
prinsip-prinsip yang mencerminkan kesalehan dan kepatuhan kepada Allah. Dengan
menjalankan prinsip-prinsip ini, seseorang menjadi teladan bagi orang lain.
Islam sebagai agama Rahmatan lil Alamin, mengajarkan dan
mengharuskan pemeluknya untuk menjadi pribadi yang berintegritas, terutama pada
perilaku amanah dan jujur. Alquran adalah kitab mulia yang memisahkan antara
yang haq dan yang batil petunjuk bagi seluruh umat manusia. Kitab atau petunjuk
yang menjelaskan perintah dan larangan Allah swt[2]. Dengan
tuntunan Alquran, kita tidak akan menyimpang, lidah orang-orang yang lemah
tidak menjadi tumpul dan para ulama tidak merasa kenyang untuk menimba
ilmu-ilmu darinya. Sebagai sumber utama ajaran Islam, Alquran sebagai bukti
kebenaran Nabi Muhammad Saw sekaligus petunjuk untuk umat manusia kapan dan
dimanapun. Alqur’an sebagai kitab suci umat Islam tidak
hanya mengatur hubungan manusia dengan TuhanNya saja, tetapi juga mengatur
hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya[3].
Namun sayangnya sifat Amanah dan Jujur
dikalangan Pelajar secara umum sudah sulit ditemui dengan indikasi pelaksanaan
kewajiban sebagai seorang siswa dan begitu pula perilaku jujur yang harusnya
dilakukan setiap saat. Demikian juga hasil nilai dari Asesmen sumatif akhir materi
maupun akhir jenjang untuk pembelajaran PAI belum tuntas. 60 persen siswa belum
tuntas dalam pembelajaran PAI, kaitannya dengan materi menjadi Pribadi
Berintegritas dengan Sifat Amanah dan Jujur, bagi siswa kelas VIII semester 1
SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo Kabupaten Temanggung.
Dengan Metode pembelajaran discovery learning diharapkan
pemahaman anak tentang pribadi yang berintegritas, dengan memahami sifat amanah
dan jujur, mengeksplorasi contoh dalam kehidupan serta memahami secara avektif
dalam mewujudkan pribadi Muslim yang sebenarnya, dan dapat menjadi perilaku
keseharian sebagai anak yang amanah dan jujur.
II.
Batasan dan Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar
belakang di atas, maka muncul permasalahan yang perlu dibahas dalam penelitian
ini yaitu : Mewujudkan Pribadi Berintegritas dengan Sifat Amanah dan Jujur
pada Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo Kabupaten
Temanggung tahun pelajaran 2022/2023 dengan metode pembelajaran Discovery
Learning.
III.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan
masalah yang terdapat diatas penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk:
- Tujuan Umum
Secara umum penelitian
ini bertujuan untuk Mewujudkan Pribadi Berintegritas Siswa Kelas VIII SMP
Muhammadiyah 3 Ngadirejo Kabupaten Temanggung tahun pelajaran 2022/2023
- Tujuan Khusus
Secara khusus penelitian
ini bertujuan untuk Mewujudkan Pribadi Berintegritas dengan Sifat Amanah dan
Jujur melalui metode pembelajaran Discovery Learning pada Siswa kelas VIII
Semester 1 di SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo Kabupaten Temanggung Tahun Pelajaran
2022/2023.
IV.
Manfaat Penelitian
Manfaat teoritis :
Hasil penelitian ini
diharapkan dapat diperoleh teori baru tentang upaya peningkatan kemampuan
Mewujudkan Pribadi Berintegritas dengan Sifat Amanah dan Jujur melalui metode
pembelajaran Discovery Learning pada
Siswa kelas VIII Semester 1 di SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo Kabupaten
Temanggung Tahun Pelajaran 2022/2023, pada mata pelajaran PAIBP materi Ahlaq
sebagai pedoman hidup melalui metode Discovery Learning sebagai dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya.
Manfaat praktis.
Bagi
siswa, hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sehingga
dapat mewujudkan Pribadi Berintegritas dengan Sifat
Amanah dan Jujur mata pelajaran PAIBP materi Ahlaq sebagai sikap hidup yang
menjamin kesuksesan hidup di Dunia dan Akhirat. Bagi guru, hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang metode
pembelajaran Discovery Learning dalam
proses pembelajaran PAI al Qur’an dan hadis sebagai pedoman hidup. Bagi
Sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang
pentingnya penerapan metode pembelajaran Discovery Learning dalam proses pembelajaran PAI dalam rangka
mencapai tujuan pembelajaran.
[1] https://fai.umsu.ac.id/memahami-perilaku-jujur-amanah-dan-istiqomah/
[2] M. Quraish Shihab, membumikan Alquran: Fungsi Dan Peran Wahyu Dalam Kehidupan
Masyarakat, (Bandung: Mizan,2004),h.75.
[3] Choiruddin Hadhiri S.P., Klasifikasi Kandungan Alquran,
(Jakarta: Gema Insan Press,1996), h.25.
Discovery Learning
Discovery
learning adalah metode pembelajaran yang menerapkan inquiry-based instruction.
Metode pembelajaran discovery learning akan mendorong siswa untuk menyelidiki
sendiri, membangun pengalaman dan pengetahuan masa lalu, menggunakan intuisi,
imajinasi, kreativitas, mencari informasi baru untuk menemukan fakta, korelasi,
juga kebenaran baru. Dalam hal ini, belajar tidak sama dengan menyerap apa yang
dikatakan atau dibaca, tetapi siswa akan belajar mencari jawaban dan solusi
sendiri secara aktif.
Sementara
menurut pakar pendidikan, Rusman, discovery learning adalah dukungan seorang
individu atau kelompok untuk menemukan pengetahuannya sendiri berdasarkan
dengan pengalaman yang didapatkannya. Lebih lanjut lagi, merujuk pada
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, pengertian discovery learning yaitu
pembelajaran berbasis masalah yang bertujuan untuk mengembangkan instrumen
penilaian proyek yang layak digunakan dan sebagai salah satu inovasi
pengembangan penilaian secara lebih operasional.
Discovery learning
memiliki keunggulan yang bisa dimaksimalkan dalam pembelajaran. Adapun
kelebihan dari model discovery
learning yaitu:
1.
Mendorong partisipasi aktif dan motivasi peserta
2.
Pembelajaran sesuai dengan kapasitas dan kecepatan peserta didik
3.
Mengedepankan kemandirian dan kreativitas peserta
4.
Menekankan pembelajaran pada proses, bukan hasil
Sementara kekurangan
dari model discovery learning ini
memerlukan beberapa perhatian agar hal tersebut bisa dicegah, di antaranya:
1.
Discovery learning membutuhkan
kerangka pembelajaran yang solid. Dalam proses pembelajaran, peserta maupun
instruktur akan dihadapkan pada kebingungan yang membuat semakin sulit mencari
jawaban.
2.
Discovery learning membutuhkan alat
praktik yang sering kali tidak tersedia. Keterbatasan alat praktik membuat
pelaksanaan discovery learning terhambat.
3.
Instruktur perlu dipersiapkan dengan baik dan mengantisipasi
pertanyaan yang mungkin mereka terima, dan mampu memberikan jawaban atau
pedoman yang benar.
4.
Ada kritik yang menyebutkan bahwa proses dalam model discovery learning terlalu
mementingkan proses pemahaman. Ada aspek lain yang kurang menjadi perhatian,
yakni perkembangan sikap dan keterampilan siswa.
Sintak discovery learning adalah
pedoman dalam menentukan langkah-langkah penerapan dLangkah-langkah Menyusun
Kisi-kisi Soal
Tentukan Terlebih Dahulu Kompetensi
Dasar yang akan diukur : Kompetensi Dasar (KD) merupakan sebuah kemampuan
minimal yang harus dikuasai peserta didik setelah mempelajari materi
pembelajaran tertentu. Kompetensi dasar ini diambil dari kurikulum yang berlaku
di sekolah yang bersangkutan.
Pilih materi yang esensial :
Pemilihan materi yang esensial tersebut dapat dilihat dari bahan ajar yang
digunakan pada proses pembelajaran. Bahan ajar tersebut jugaharus dikuasai
peserta didik berdasarkan kompetensi yang akan diukur. Penentuan materi (bahan
ajar) yang akan diambil disesuaikan dengan indikator yang akan disusun. Ada
beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk memilih materi yang esensial.
Kriteria tersebut yakni pendalaman dari satu materi yang sudah dipelajari
sebelumnya, merupakan materi penting yang wajib dikuasai peserta didik, materi
sangat diperlukan untuk mempelajari mata pelajaran lain, materi tersebut
berkesinambungan pada semua jenjang kelas, materi tersebut memiliki nilai
terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari.
Rumuskan indikator yang mengacu pada
KD : Indikator dapat berisi ciri-ciri perilaku yang dapat diukur, yang mana
ciri tersebut dapat digunakan sebagai petunjuk untuk membuat soal. Perumusan
indikator harus memperhatikan materi dan level kognitif dari materi yang
diajarkan. Level kognitif yang harus diperhatikan yakni sebagai berikut:
a.
Mengingat (C1) yakni merupakan level kognitif yang penerapannya yaitu
dengan mengemukakan kembali apa yang sudah dipelajari dari guru, buku, sumber
lainnya, tanpa melakukan perubahan.
b.
Memahami (C2) yakni merupakan level kognitif yang penerapannya yaitu
dengan melakukan proses pengolahan dari bentuk aslinya tetapi arti kata,
istilah, tulisan, grafik, tabel, gambar, foto, tidak berubah.
c.
Menerapkan (C3) yakni merupakan level kognitif yang penerapannya yaitu
dengan menggunakan informasi, konsep, prosedur, prinsip, hukum, teori yang
sudah dipelajari untuk sesuatu yang baru atau belum dipelajari.
d.
Menganalisis (C4) yakni merupakan level kognitif yang penerapannya yaitu
dengan menggunakan keterampilan yang telah dipelajarinya terhadap suatu
informasi yang belum diketahuinya dalam mengelompokkan informasi, menentukan
keterhubungan antara satu kelompok atau informasi lainnya, antara fakta dengan
konsep, antara argumentasi dengan kesimpulan, benang merah pemikiran antara
satu karya dengan karya lainnya.
e.
Mengevaluasi (C5) yakni merupakan level kognitif yang penerapannya yaitu
dengan menentukan nilai suatu benda atau informasi berdasarkan suatu kriteria.
f. Mencipta (C6) yakni merupakan level
kognitif yang penerapannya yaitu dengan membuat sesuatu yang baru dari apa yang
sudah ada sehingga hasil tersebut merupakan satu kesatuan utuh dan berbeda dari
komponen yang digunakan untuk membentuknya.
Alur pembelajaran Discovery learning
atau Sintaks merupakan keseluruhan alur atau urutan kegiatan pembelajaran.
Sintaks berisi petunjuk umum dalam menentukan jenis-jenis tindakan guru,
urutannya, dan tugas-tugas untuk peserta didik. Adapun sintak discovery learning
sebagai berikut:
1. Stimulus
Langkah pertama dalam pelaksanaan
pembelajaran discovery learning adalah stimulus. Pada tahapan ini
instruktur akan memberikan beberapa pertanyaan untuk memancing rasa penasaran
dan ketertarikan peserta didik.
Selain itu, instruktur memberikan
anjuran untuk membaca buku dan kegiatan belajar lain yang mengarah pada
persiapan pemecahan masalah.
2. Identifikasi masalah
Tahapan kedua adalah identifikasi
masalah di mana instruktur memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi masalah
yang menjadi bahan pembelajaran.
Selanjutnya peserta
membuat hipotesis atau pertanyaan masalah yang sifatnya sementara pada awal
pembelajaran.
3. Pengumpulan data
Hipotesis telah
tersusun, maka peserta bisa mulai mengumpulkan data dan informasi yang
berkaitan untuk menjawab hipotesis.
4. Olah data
Data dan informasi telah
terkumpul, maka peserta selanjutnya peserta mulai menganalisis dan mengolah
data.
5. Pembuktian
A.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil
tes yang telah dilaksanakam pada siklus I diperoleh nilai paling rendah oleh
siswa pada saat pretest Jumlah peserta didik yang tuntas hanya mencapai 7 orang
sedangkan jumlah peserta didik yang belum tuntas mencapai 18 anak. Sedangkan dari
hasil tes yang dilaksanakan pada siklus I diperoleh meningkat yaitu 77 nilai tertinggi siswa diketahui 88 dan nilai
terendah sebesar 66. Jumlah siswa yang dinyatakan lulus atau yang memiliki
nilai diatas 75 adalah 17 siswa dan 8 siswa dinyatakan belum mencapai
kelulusan.
Dapat dilihat
juga perbandingan nilai antara hasil pretest dan posttest pada siklus 2
mengalami kenaikan dimana hasil rata-rata pretest sebesar 58,1 meningkat pada
saat posttest menjadi 88. Untuk hasil belajar siklus 2 diperoleh Berdasarkan
data yang ada diperoleh hasil bahwa rata-rata kelas telah meningkat yaitu
91 nilai tertinggi siswa diketahui 96
dan nilai terendah sebesar 76. Jumlah siswa yang dinyatakan lulus atau yang
memiliki nilai diatas 75 adalah adalah 25 peserta didik atau 100 % telah tuntas
di dalam pembelajarannya.
Dari hasil-hasil
tersebut membuktikan bahwa model pembelajaran discovery learning dengan
metode-metode yang peneliti gunakan dapat meningkatkan prestasi siswa dalam
ranah kognitif.
B.
Saran
Bagi Kepala
sekolah
Bagi kepala sekolah hendaknya terus melakukan pembinaan kepada
siswa yang ingin meningkatkan motivasinya di pelajaran Ahlaq maupun pelajaran
yang lain dan memfasilitasi untuk dapat menunjang keberhasilan belajar dalam
proses pembeljaran, sehingga dapat menciptakan proses pembelajaran yang
bermakna.
Bagi Guru
Bagi guru hendaknya melaksakan tugasnya sebagai pendidik dengan
baik dan terus menerus meningkatkan kompetensinya dalam mengajar PAI untuk
kemajuan mutu pendidikan.
Bagi Orang Tua
Kepada para orang tua murid hendaknya memperhatikan perkembangan anaknya di
rumah, terutama dalam mendorong motivasi anaknya belajar, sehingga orang tua
mengetahui apa yang diharapkan oleh anakna.
DAFTAR PUSTAKA
M. Quraish Shihab,
membumikan Alquran: Fungsi Dan Peran
Wahyu Dalam Kehidupan Masyarakat, (Bandung: Mizan,2004).
Choiruddin Hadhiri S.P.,
Klasifikasi Kandungan Alquran, (Jakarta: Gema Insan Press,1996).
Kementrian Agama RI, Alquran dan Terjemahannya ( Bandung;
Al-Mizan Publishing House, 2011).
Eko Putro Widoyoko, Penilaian Hasil Pembelajaran di Sekolah,
(Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2014).
Qurais Shihab, Tafsir al-misbah : Pesan, kesan dan keserasian al-qur'an
(surah al-fatihah, surah al-baqarah) / M. Quraish Shihab, Jakarta
: Lentera hati, 2002
Komentar
Posting Komentar